
Kelompok Kerja Pengawas PAI DIY meningkatkan kompetensi melalui kegiatan sharing bersama. Acara ini bergilir setiap dua bulan satu kali dari satu kabupaten ke kabupaten lain secara terjadwal. Pada acara yang baru-baru ini diselenggarakan, adalah kegiatan pertama di tahun 2025, Pokjawas PAI Kemenag Kabupaten Sleman bertugas sebagai tuan rumah. Giliran ini berulang satu tahun lalu yang terlaksana pada awal tahun 2024. bertepatan dengan bergulirnya pola baru pengawasan sesuai dengan Perdirjen GTK No.4831 tahun 2023. Pada pertemuan yang telah berlangsung kemarin, bertepatan dengan bergulirnya arah baru pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam).
Pokjawas PAI Sleman memilih ruang “Kalasan” di Hotel Ramada by Windham di Jl. Magelang untuk menyambut kehadiran rekan-rekan pengawas se DIY. Acara ini terselenggara dengan dana DIPA (Dana Iuran pengawas Asli) sebagai salah satu ikhtiar memanfaatkan tunjangan profesi untuk meningkatkan kompetensi. Hadir dalam pertemuan tersebut anggota Pokjawas PAI dan tamu yang berjumlah 31 orang, dihadiri oleh Ketua Tim PAI PAKIS Kanwil Kemenag DIY yang baru, yaitu H. Fahrudin. S.Ag., M.A, menggantikan pejabat sebelumnya, bapak Edi Purwanto, M.Pd, serta Ali Afandi, S.Ag, Kasi PAIS Kemenag Sleman.
Ketua Tim PAKIS berkenan membuka acara ini serta menyambut baik acara yang digelar oleh Pokjawas PAI DIY secara mandiri. Salah satu arahan beliau adalah bahwa setiap guru maupun pengawas agar mengaktifkan organisasi KKG MGMP maupun Pokjawas, dan menggunakan sebagian uang Tunjangan Profesi untuk meningkatkan kompetensi. Sementara itu Ketua Pokjawas H. Ahmadi Sholihin, S.Pd.I., M.Pd.I, menyampaikan bahwa Pokjawas PAI DIY akan senantiasa solid merespon regulasi serta mengabdikan diri sebagai pendamping GPAI di satuan Pendidikan baik negeri maupun swasta, dalam koridor nilai Moderasi Beragama.
Bertugas nara sumber adalah Heni Wahyu Widayati, MC oleh Dewi Widiyastuti, Pemandu tadarus Hj. Mursiyam, M.Pd, Penyerahan kenang-kenangan kepada salah satu pengawas yang purna yaitu Dra Hj. Wakingah M.Ag., Pada kesempatan tersebut Heni membahas materi Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam hasil berguru kepada salah satu Tim Stafsus kementerian Pendidikan dasar dan Menengah dua hari sebelumnya.
Selain disampaikan oleh-oleh mengikuti workshop bersama stafsus juga diuraikan lebih jauh oleh Heni Wahyu Widayati, tentang Pembelajaran Mendalam (P.M.) kaitannya dengan tugas pendampingan, yaitu penyusunan Program budaya religius dan penyusunan Rencana pembelajaran di kelas. Pembelajaran Mendalam (P.M.) hendaknya menjiwai pembelajaran di dalam kelas atau KBM dan pengembangan budaya religious melalui berbagai kegiatan yang bisa dilakukan, seperti pesantren Ramadlan, PHBI, Pembiasaaan sholat berjamaah, sholat dhuha, tadarus, Bimbingan membaca Al Qur’an, zakat, manasik haji, Qurban dan lain-lain. Mindfull, Meaning full, dan joyfull sebagai ciri dari PM akan tercipta manakala perencanaan dirancang dengan sungguh-sungguh. Adapun format perencanaan pembelajaran Mendalam masih menunggu informasi resmi dari Kemendikdasmen RI.
Pada ruangan yang sangat representative ini, peserta tampak antusias dan berharap agar Pokjawas senantiasa meluncurkan program-program update sehingga pengawas yang saat ini bertransformasi sebagai pendamping satuan Pendidikan dalam bidang ke PAIan lebih bermakna dan bermanfaat
Kontributor DIY by: Heni W.W.
Eksplorasi konten lain dari Pokjawas PAI Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.