
Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme kekerasan di lingkungan pendidikan, Wahid Foundation dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan Guru Sekolah Damai Provinsi Jawa Tengah yang diikuti perwakilan Kepala Sekolah, Guru Agama, dan Pendidikan Pancasila dari 79 SMA/SMK Sekolah Damai di Jawa Tengah. Pelatihan dilaksanakan secara online melalui Platform Learning Management System (LMS) dan Virtual Zoom pada tanggal 22, 23, dan 29 November 2024. Pelatihan Guru Sekolah Damai ini dubuka secara resmi pada 22 November 2024 oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Haerudin, SH, M.H. Turut hadir dalam acara Pembukaan Pelatihan Plh. Direktur Eksekutif Wahid Foundation, Siti Cholisoh, Ketua Pokja Damai Jawa Tengah, Dr. Muhammad Ahsan, S.Ag,M.Kom, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Uswatun Hasanah, S.Pd, M.Pd, Yayasan eLSA, Dr. Tedi Kholiluddin, Ketua Pokjawas PAI Provinsi Jawa Tengah serta undangan dari berbagai lembaga dan komunitas.
Fasilitator dalam Pelatihan Guru Sekolah Damai terdiri dari Dosen, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Guru, serta Narasumber dari Wahid Foundation, eLSA, dan Universitas Wahid Hasyim. Pengawas yang terlibat adalah Siti Nur Hidayati dari Kabupaten Banyumas dan H.M. Faojin dari Kota Semarang. Sebelumnya, pada Mei 2023, di Grand Sae Boutique Hotel Solo, para Fasilitator dilatih dengan berbagai metode pelatihan.
Materi dalam Pelatihan Guru Sekolah Damai antara lain: Berbagi Kisah, Jalan Berliku Toleransi di Sekolah, Penerapan Toleransi di Sekolah, Memahami Toleransi dan Intoleransi, Bagaimana Sekolah Yang Diidamkan, Inovasi Program Toleransi Menggunakan Design Thinking, Inovasi Pembelajaran Toleransi, dan Evaluasi serta Refleksi.
Kesan positif dan gembira dari para peserta pelatihan antara lain ditampilkan melalui tulisan di aplikasi padlet dan whiteboard virtual serta melalui ucapan dan penghargaan di kolom chat. Kemampuan Fasilitator dalam metodologi terutama keterampilan IT menjadi hal yang sangat penting dalam pelatihan secara online melalui Platform Learning Management System (LMS). Meskipun menggunakan LMS, namun selama pelatihan para peserta tetap berada dalam ruangan zoom meeting dan berinteraksi secara full dengan para fasilitator. Hal ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan tujuan pelatihan dengan moda online
Harapan yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah pemahaman dan kesadaran serta sikap guru maupun kepala sekolah tentang toleransi meningkat. Selain itu, guru dan kepala sekolah dapat mengembangkan keterampilan dalam perencanaan, pembelajaran, pendokumentasian, dan penyebaran nilai-nilai toleransi di sekolah, yang pada akhirnya akan sampai kepada peserta didik.
Nunghied_Pokjawas PAI Jawa Tengah
Eksplorasi konten lain dari Pokjawas PAI Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.