Unjuk Kerja  Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) SMP Alfalakhus Sa’adah Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan Lampung

pokjawaspainasional.id======= Melalui Pendampingan Kepengawasan Oleh Drs. H. Sumaryadi, M.M di satuan pendidikan SMP ALFALAKHUS SA’ADAH, melakukan unjuk kerja  Penguatan Profil Pelajar Pancasila ( P5 ) sekaligus merupakan implementasi dari pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk menguatkan kecintaan terhadap sejarah, kekayaan budaya, alam Indonesia, pemikiran, dan karya anak bangsa melalui pengalaman belajar yang beragam.

Hari/ Tanggal   : Sabtu/ 14 September 2024

Tema                : Kearifan Lokal

Judul                 : Masakan Sruit Lampung   

Tema ini di ambil berdasarkan atas keperluan mendesak terhadap peserta didik, dimana peserta didik harus bisa memasak karena selama proses pembelajaran menetap di asrama,sekolah terintegrasi dengan pondok pesantren dan keinginan kuat dalam mempertahankan kerarifan lokal, dalam unjuk karya ini mengembangkan dimensi; 1 Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2. Bergotong –royong, 3. Bernalar kritis

Pembelajaran karakter harus terus dikembangkan  agar tujuan Pendidikan tercapai, Profil Pelajar Pancasila dirancang  untuk menjawab satu pertanyaan besar, yaitu “Pelajar dengan profil(kompetensi)seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia?” Pelajar Indonesia merupakan pelajarsepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Berdasarkan Kepmendikbudristek Nomor: 56/M/2022, Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.   Karakter/ Akhlakul karimah memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab dan terus berupaya upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran Karakter/ Akhlakul karimah bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi nilai-nilai agama, budaya positif dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Upaya tersebut untuk mewujudkan sistim Pendidikan Nasional, ,” Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk perkembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreaktif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis, serta bertanggung jawab (UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional) sekaligus Tujuan Pendidikan Nasional Yaitu : Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, Yaitu insan yang beriman serta bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta  berbudi pekerti luhur, mempunyai pengetahuan serta ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang manatap serta berdikari serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Profil pelajar Pancasila merupakan bentuk penerjemahan tujuan pendidikan nasional. Profil pelajar Pancasila berperan sebagai referensi utama yang mengarahkan kebijakan-kebijakan pendidikan termasuk menjadi acuan untuk para pendidik dalam membangun karakter serta kompetensi peserta didik. Profil pelajar Pancasila harus dapat dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan karena perannya yang penting. Profil ini perlu sederhana dan mudah diingat dan dijalankan baik oleh pendidik maupun oleh pelajar agar dapat dihidupkan dalam kegiatan sehari-hari. Berdasarkan pertimbangan tersebut, profil pelajar Pancasila terdiri dari enam dimensi, yaitu: 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan global, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif. Keenam dimensi profil pelajar Pancasila perlu dilihat secara utuh sebagai satu kesatuan agar setiap individu dapat menjadi pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

Pendidik perlu mengembangkan keenam dimensi tersebut secara menyeluruh sejak pendidikan anak usia dini. Selain itu, untuk membantu pemahaman yang lebih menyeluruh tentang dimensi-dimensi  profil pelaja Pancasila, maka setiap dimensi dijelaskan maknanya dan diurutkan perkembangannya sesuai dengan tahap perkembangan psikologis dan kognitif anak dan remaja usia sekolah. Selanjutnya, setiap dimensi profil Pelajar Pancasila terdiri dari beberapa elemen dan sebagian elemen dijelaskan lebih konkrit menjadi subelemennya.

Win’s-Lampung


Eksplorasi konten lain dari Pokjawas PAI Nasional

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Ruang Komentar

Eksplorasi konten lain dari Pokjawas PAI Nasional

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca